Dibuka Menguat, Rupiah Perkasa Karena 3 ‘Obat’ Ini

  • by

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat di perdagangan pasar spot hari ini. Berbagai faktor memang sedang berpihak kepada mata uang Ibu Pertiwi.

Pada Jumat (1/10/2021), US$ 1 dihargai Rp 14.300 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat 0,07% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Di hadapan dolar AS, rupiah sudah mengalami depresiasi selama tiga hari perdagangan beruntun. Dalam tiga hari tersebut, depresiasi rupiah adalah 0,42% secara point-to-point.

Ini membuat rupiah punya ruang untuk bangkit. Rupiah yang sudah ‘murah’ membuat investor kembali melirik dan melakukan aksi borong.

Faktor lain yang menopang penguatan rupiah adalah dinamika pasar tenaga kerja di AS. Pada pekan yang berakhir 25 September 2021, klaim tunjangan pengangguran bertambah 11.000 dari minggu sebelumnya menjadi 362.000. Tidak sesuai dengan ekspektasi pasar, di mana konsensus pasar yang dihimpun Reuters memperkirakan jumlahnya turun menjadi 335.000.

Data ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja sepertinya belum pulih betul dari dampak pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Sepanjang jalan menuju penciptaan lapangan kerja maksimal (maximum unemployment) belum terlihat, maka bank sentral AS The Federal Reserve/The Fed mungkin saja tetap mempertahankan kebijakan moneter akomodatif.

“Ada ketidakpastian soal kapan The Fed akan melakukan tapering (pengurangan pembelian surat berharga). Seperti diketahui, The Fed ingin pasar tenaga kerja yang kuat sebelum mengumumkan tapering,” kata Robin Bhar, seorang konsultan independen, seperti dikutip dari Reuters.

Selain itu, tren kenakan harga komoditas andalan ekspor Indonesia juga menopang keperkasaan rupiah. Harga batu bara, misalnya, melonjak hampir 24% dalam sebulan terakhir. Dalam periode yang sama, harga minyak sawit mentah melejit tidak kurang dari 10%.

Lonjakan harga komoditas membuat devisa hasil ekspor yang dinikmati Indonesia semakin banyak. Ketersediaan valas pun memadai, tidak ada kekurangan. Pasokan valas yang berlimpah ini menjadi pijakan bagi rupiah untuk menguat.

Sumber CNBC Indonesia