Skip to content

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 12 November 2021

  • by

Mata uang rupiah kemungkinan melemah di rentang Rp14.260 – Rp14.230 per dolar AS hari ini seiring dengan penguatan dolar AS.

Nilai tukar rupiah diperkirakan melemah di hadapan dolar AS pada perdagangan Jumat (12/11/2021) menyusul penguatan data inflasi.

“Untuk perdagangan Jumat (12/11/2021), mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun  ditutup melemah di rentang Rp14.260 – Rp14.230 per dolar AS,” papar Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam publikasi riset. 

Mengutip data Bloomberg, Kamis (11/11/2021), rupiah ditutup melemah 24,10 poin atau 0,17 persen ke Rp14.277 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS melambung 0,21 poin atau 0,22 persen menembus 95,06.

Ibrahim menyebutkan dolar AS mencapai tertinggi 2021 terhadap mata uang lainnya pada hari Kamis, setelah pembacaan inflasi AS terpanas dalam satu generasi mengipasi taruhan pada kenaikan suku bunga.

Data AS yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa indeks harga konsumen (CPI) tumbuh 6,2 persen tahun-ke-tahun dan 0,9 persen bulan-ke-bulan di Oktober, sedangkan CPI inti naik 4,6 persen tahun-ke-tahun dan 0,6 persen bulan ke bulan.

Data dari hari Selasa menunjukkan bahwa indeks harga produsen tumbuh 0,6 persen bulan ke bulan dan 8,6 persen tahun ke tahun. PPI inti tumbuh 0,4 persen bulan ke bulan. Data inflasi menunjukkan bahwa inflasi dapat tetap tinggi hingga tahun 2022, karena kemacetan tetap ada dalam rantai pasokan.

Presiden Bank Federal Reserve San Francisco Mary Daly mengatakan pada hari Rabu bahwa dia memperkirakan inflasi tinggi menjadi moderat setelah Covid-19 surut dan mengatakan bahwa “sangat prematur” untuk menaikkan suku bunga dan mempercepat pengurangan aset Fed.

Di pasar kerja AS, jumlah klaim pengangguran awal turun menjadi 267.000 selama seminggu terakhir, level terendah sejak pertengahan Maret 2022. Perkiraan yang disiapkan oleh para analis memperkirakan 265.000 klaim, sementara 270.000 klaim diajukan selama minggu sebelumnya.

Dari sisi internal pemerintah telah mengumumkan bahwa masyarakat yang sudah di vaksinasi dengan dosis lengkap sudah mencapai 80 juta orang  dan hampir 60 orang sudah mendapatkan vaksinanasi dosis pertama. Sedangkan, dari data penanganan satgas Covid-19 hingga saat ini lebih dari 90 persen masyarakat masih taat bermasker. 

Angka tersebut menjadi salah satu cara untuk mencegah terjadinya Covid-19 gelombang ketiga yang diperkirakan terjadi pada Desember 2021 dan akan berdampak terhadap kuartal I/2022.

Sumber Bisnis.com

You cannot copy content of this page