Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 18 Desember

  • by

Keputusan BI memertahankan suku bunga acuan dan informasi penggratisan vaksin corona dapat menopang rupiah.

JAKARTA – Informasi pemberian vaksin virus corona secara gratis di Indonesia dan keputusan bank sentral mempertahankan suku bunga acuan diprediksi menjadi sejumlah katalis positif penguatan rupiah pada hari ini.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (17/12/2020), nilai rupiah ditutup naik 0,12 persen atau 17,5 poin menjadi Rp14.107,5 per dolar AS. Adapun, indeks dolar AS terkoreksi 0,57 persen menjadi 89,934.

“Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah dibuka menguat terbatas di level Rp14.090 – Rp14.130,” papar Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Ibrahim menyampaikan pergerakan nilai rupiah ditopang oleh respon positif pelaku pasar terkait pernyataan Presiden Jokowi untuk menggratiskan vaksin covid-19 kepada masyarakat, yang sebelumnya hanya 30 persen saja sedangkan yang 70 persen dibayar secara mandiri.

Keputusan ini diambil setelah presiden menerima banyak masukan dari masyarakat dan kalkulasi ulang, hitung ulang mengenai keuangan negara.

“Kabar tersebut disambut baik pelaku pasar, setidaknya pengeluaran masyarakat untuk vaksinasi menjadi nol, dan bisa dialihkan untuk konsumsi lainnya,” katanya dikutip dari laporannya, Kamis (17/12/2020).

Selanjutnya, sentimen positif lainnya adalah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Desember 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,75 persen.

Keputusan ini mempertimbangkan prakiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga, dan sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Sementara itu, dari luar negeri, keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) untuk melanjutkan mempertahankan suku bunga acuan di bawah 0,25 persen juga direspon positif pelaku pasar. Federal Reserve (The Fed) juga berkomitmen menjaga kebijakan pelonggaran kuantitatif. Hal itu menekan dolar AS.

Disamping itu kabar stimulus fiskal di AS yang menemui titik terang. Titik terang mulai terlihat dari pembahasan stimulus fiskal di AS setelah Partai Demokrat dan Partai Republik merilis proposal senilai US$908 miliar Senin lalu.

Saat ini, Ketua DPR dari Partai Republik dan Partai Demokrat terus melakukan pembicaraan guna menyelesaikan poin-poin penting dalam anggaran tersebut.

Di sisi lain, kabar pengesahan hasil pemilu presiden Amerika Serikat juga ikut menekan indeks dolar AS. Terpilihnya Joe Biden menggantikan Donald Trump sebagai Presiden AS semakin memperkuat kemungkinan kebijakan-kebijakan yang pro-market dan semakin memicu pelemahan indeks dolar AS.

Ibrahim melanjutkan, pelemahan indeks dolar tidak sesuai dengan kondisi pasar saat ini. Hal tersebut akan memicu kenaikan harga mata uang lain terhadap dolar AS.

Sumber Bisnis.com