Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 29 Oktober 2021

  • by

Nilai tukar rupiah pada hari ini diprediksi akan dipengaruhi oleh upaya otoritas mengendalikan stabilitas ekonomi dan sistem keuangan RI. 

Ibrahim Assuaibi, Direktur TRFX Garuda Berjangka mengungkapkan, Bank Indonesia (BI) memperkirakan tingkat inflasi pada Oktober 2021 akan mencapai 0,08 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Oktober 2021, perkembangan harga pada Oktober 2021 tetap terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,08 persen mtm.

“Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Oktober 2021 secara tahun kalender adalah sebesar 0,88 persen (year-to-date/ytd), dan secara tahunan sebesar 1,62 persen (year-on-year/yoy),” jelas dia dalam risetnya, dikutip Jumat (29/10/2021).

Selain itu, para ekonom memproyeksikan indeks harga konsumen (IHK) pada Oktober 2021 akan mengalami peningkatan atau inflas. Sedangkan tingkat inflasi pada periode tersebut akan mencapai 0,12 persen secara bulanan. Secara tahunan, diperkirakan tingkat inflasi akan mencapai 1,66 persen, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 1,60 persen yoy.

Sementara, inflasi inti diperkirakan meningkat menjadi 1,36 persen yoy, dari 1,30 persen yoy pada September 2021. Secara tahunan berjalan, tingkat inflasi akan mencapai 0,92 persen. Dengan perkembangan tersebut, peningkatan inflasi hingga akhir 2021 akan mencapai tingkat yang rendah, meski terjadi tekanan inflasi karena permintaan yang meningkat pada Kuartal IV/2021. Ibrahim menjelaskan, peningkatan tersebut mengikuti pola musiman, serta didorong oleh kenaikan harga komoditas pangan dan tarif jasa transportasi. Beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga di antaranya cabai merah, minyak goreng, daging ayam, dan cabai rawit. Sedangkan sumber utama inflasi lainnya diperkirakan berasal dari biaya transportasi karena beberapa pelonggaran pembatasan Covid-19 meningkatkan mobilitas publik.

Walaupun ada perbedaan prosentase antara para ekonom dan Bank Indonesia (BI), koordinasi akan diperkuat antara pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

BI pun akan terus memperkuat langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

“Hari ini, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.150 – Rp14.200,” urainya. Dari luar negeri, melansir Antara, dolar AS mempertahankan kerugian terhadap euro dan pound Inggris pada akhir perdagangan Kamis (28/10/2021) waktu setempat.

Ini lantaran para pedagang mata uang mencerna pergerakan di pasar suku bunga usai komentar Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde dan laporan ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan. Pasar valuta asing menjadi bergejolak di sekitar aktivitas bank sentral.

Pergerakan yang lebih besar dimulai pada Rabu (27/10/2021) dengan komentar hawkish dari bank sentral Kanada (BoC) dan diikuti pada Kamis (28/10/2021) dengan tindakan oleh bank sentral Australia (RBA) dan komentar oleh ECB. Semuanya menjelang pertemuan Federal Reserve AS dan bank sentral Inggris (BoE) minggu depan.

Sumber Bisnis.com