Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 8 April 2022

  • by

Hari ini rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun akan ditutup melemah di rentang Rp14.340 – Rp14.380 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh tren kenaikan dolar AS yang terdorong nada hawkish Federal Reserve pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (8/4/2022).

Kemarin (7/4/2022), mata uang Garuda ditutup melemah tipis 0,02 persen atau 3 poin ke Rp14.362 per dolar AS.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebutkan, pada hari ini rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun akan ditutup melemah di rentang Rp14.340 – Rp14.380 per dolar AS.

“Dolar melayang mendekati level tertinggi dua tahun setelah risalah rapat menunjukkan Federal Reserve bersiap untuk bergerak agresif untuk mencegah inflasi,” jelasnya dalam riset, dikutip Jumat (8/4/2022). 

Pejabat Fed mencatat akan ada satu atau lebih kenaikan 50 bps yang mungkin terjadi pada pertemuan Mei 2022. Hal ini bakal terjadi terutama jika tekanan inflasi tetap tinggi atau meningkat.

Sebelumnya, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 bps setelah pertemuan Maret mereka, dan risalah menunjukkan bahwa efek ekonomi dari invasi Rusia ke Ukraina pada akhir Februari mencegah kenaikan 50 bps.

Dari sisi internal, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia tetap tinggi sebesar US$139,1 miliar pada akhir Maret 2022. Meski demikian, posisi pada Maret 2022 tersebut menurun jika dibandingkan dengan posisi pada akhir Februari 2022 sebesar US$141,4 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan bahwa penurunan posisi cadangan devisa dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan.

Mengutip Antara, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap mata uang utama lainnya mencapai 99,823 pada Kamis (7/4/2022) waktu setempat, tertinggi sejak akhir Mei 2020. Terakhir naik 0,2 persen pada 99,810.

“Dengan para pedagang memperkirakan kenaikan suku bunga lebih dari 225 basis poin selama sisa tahun ini, tentu saja ada lebih banyak risiko Fed gagal memenuhi ekspektasi daripada melebihi ekspektasi mereka,” kata Matthew Weller, kepala penelitian global di FOREX.com dan City Index.

Sumber Bisnis.com