Skip to content

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 8 Oktober 2021

  • by

Rupiah diprediksi bergerak fluktuatif dan kembali menguat pada rentang Rp14.190-Rp14.230 per dolar AS.

Mata uang rupiah diprediksi melanjutkan penguatan pada hari ini seiring dengan masih tingginya tekanan terhadap dolar AS.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyampaikan pada perdagangan Jumat (8/10/2021), rupiah akan bergerak fluktuatif dan kembali menguat pada rentang Rp14.190 – Rp14.230.

Mengutip Bloomberg pada Kamis (7/10/2021), mata uang Garuda ditutup terapresiasi 0,25 persen menjadi Rp14.216 per dolar AS.

Bersama dengan rupiah, yuan China menguat 0,40 persen, rupee India naik 0,34 persen, dan yen Jepang naik 0,11 persen.

Pada saat bersamaan, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang turun 0,12 persen menjadi 94.160.

Ibrahim menjelaskan pasar merespons positif rilis Bank Indonesia mengenai posisi cadangan devisa Indonesia senilai US$146,9 miliar per September 2021.

“Angkanya tumbuh tipis 1,45 persen dibandingkan periode sebelumnya, yakni US$144,8 miliar dan posisi cadev tersebut setara dengan pembiayaan 8,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” jelas Ibrahim dalam riset harian, Kamis (7/10/2021).

Adapun, cadangan devisa Indonesia berada diatas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan dan cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ibrahim memaparkan bahwa peningkatan posisi cadangan devisa pada September 2021 dipengaruhi, a.l. oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan utang luar negeri pemerintah.

Di sisi lain, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi menyetujui Rancangan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (RUU HPP) menjadi UU. Dengan begitu, segala aturan yang berada di dalamnya bisa dijalankan mulai tahun depan.

Selanjutnya, pemerintah juga akan kembali menerapkan program pengampunan pajak mulai 1 Januari 2022 mendatang. Dengan program tersebut, wajib pajak dapat mengungkapkan harta bersih yang belum atau kurang diungkapkan dalam surat pernyataan kepada negara.

Sementara dari eksternal, pasar masih mencermati program pengurangan stimulus oleh Bank Sentral AS dan pergerakan harga komoditas energi yang dapat bertindak sebagai rem pertumbuhan ekonomi.

Sumber Bisnis.com

You cannot copy content of this page