Skip to content

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 18 November 2021

  • by

Hari ini, rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, tetapi berpotensi ditutup melemah pada rentang Rp14.230-Rp14.280.

Nilai tukar rupiah pada hari ini bakal dipengaruhi pembacaan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dan laju dolar Amerika Serikat (AS). 

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS sempat mencapai tertinggi baru sejak Maret 2017 dan diperdagangkan mendekati puncak. Penguatan ini karena serangkaian data ekonomi AS yang kuat mendorong kenaikan suku bunga Federal Reserve.

“Data yang dirilis pada Selasa waktu setempat menunjukkan penjualan ritel AS tumbuh 1,7 persen, lebih baik dari yang diharapkan,” kata Ibrahim dalam risetnya, dikutip Kamis (18/11/2021).

Sementara dari dalam negeri, pemerintah melalui menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan rasio defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menurun hingga 3,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Oktober 2021 atau mencapai Rp548,9 triliun. Hal ini menandakan defisit APBN mengalami penurunan dibandingkan Oktober tahun lalu yang sebesar 4,67 persen terhadap PDB.

Dengan demikian, defisit anggaran pada tahun ini bisa tetap terkendali di atas 5 persen PDB, menurun dibanding realisasi tahun lalu yang berada di atas 6 persen PDB.

Adapun untuk perdagangan hari ini, Kamis (18/11/2021), Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, tetapi berpotensi ditutup melemah pada rentang Rp14.230-Rp14.280.

Mengutip Antara, dolar AS turun dari level tertinggi baru 16 bulan pada akhir perdagangan Rabu (17/11/2021) waktu setempat. Sementara itu euro tetap melemah karena investor menyesuaikan peluang pengetatan bank sentral di tengah meningkatnya tekanan harga, dengan Federal Reserve AS diperkirakan menaikkan suku bunga pada pertengahan 2022.

Indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap sekeranjang enam mata uang utama rivalnya, tergelincir 0,101 persen menjadi 95,846, setelah sebelumnya menyentuh 96,266 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juli 2020.

Pasar uang sekarang memperkirakan kemungkinan besar kenaikan suku bunga Fed pada Juni, diikuti oleh yang lain pada November. Data CME menunjukkan kemungkinan 50 persen kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Juli 2022.

Sumber Bisnis.com

You cannot copy content of this page