Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 3 Februari 2022

  • by

Rupiah mendapatkan tenaga dari pelemahan dolar AS akibat tekanan data tenaga kerja.

Nilai tukar rupiah mendapat peluang penguatan pada Kamis (3/2/2022) seiring dengan pelemahan dolar AS dan tingginya inflasi.

Pada Rabu (2/2/2022) nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level 14.356 turun 25,7 poin atau 0,18 persen dari level penutupan sebelumnya yakni Rp14.356,50.

Di sisi lain, indeks spot dolar AS terpantau ikut melemah ke level 96,24 pukul 15.07 WIB. Pada awal perdagangan indeks tersebut turun 0,14 poin atau 0,15 persen.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Januari 2022 mencapai 0,65 persen, atau naik 107,66 menjadi 108,26. Dari capaian tersebut, inflasi secara tahunan (year on year/yoy) berada pada level 2,18 persen.

Inflasi ini jauh lebih tinggi dari inflasi Desember 2021, yang hanya sebesar 0,57 persen. Inflasi ini lebih tinggi dari inflasi Januari 2021 dan Januari 2020.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, BPS mencatat andil inflasi Januari 2022 terbesar berasal dari makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,30 persen dengan inflasi 1,17 persen.

Sementara itu, mengutip Antara, indeks dolar AS turun ke level terendah lebih dari satu minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu, setelah data menunjukkan penurunan pekerjaan sektor swasta AS pada Januari karena peningkatan infeksi Covid-19.

Namun, Federal Reserve diperkirakan masih menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan 15-16 Maret. Laporan pekerja tersebut telah meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga yang besar sebesar setengah poin persentase.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, dengan euro sebagai komponen terbesar, turun 0,3 persen menjadi 95,9260. Indeks berada di jalur untuk persentase kerugian mingguan terbesar sejak November 2020, di 1,3 persen.

Automatic Data Processing (ADP) pada Rabu (2/2/2022) melaporkan bahwa data gaji swasta AS turun 301.000 pekerjaan bulan lalu. Data untuk Desember direvisi lebih rendah menunjukkan 776.000 pekerjaan ditambahkan bukannya 807.000 yang dilaporkan awalnya.

Sumber Bisnis.com