Skip to content

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 1 September 2021

  • by

Rupiah berpeluang lanjut menguat seiring dengan pelonggaran PPKM dan meredanya tekanan dolar AS.

Nilai tukar rupiah masih berpeluang menguat pada perdagangan awal September 2021, seiring dengan respons positif pasar terhadap penerapan PPKM dan pelemahan dolar AS.

Pada Selasa (31/8/2021), nilai tukar rupiah menguat 102,5 poin atau 0,71 persen ke level Rp14.267 per dolar AS. Sebaliknya, ndeks dolar AS terpantau turun 0,17 persen pada posisi 92,496.

“Untuk perdagangan Rabu (1/9/2021), rupiah akan bergerak berfluktuatif namun di tutup menguat pada rentang Rp14.230 – Rp14.300 per dolar AS,” papar Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam publikasi riset.

Ibrahim menjelaskan, penguatan rupiah ditopang oleh respons positif pasar atas kebijakan Presiden Joko Widodo yang kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3, dan 2 di Jawa-Bali mulai 31 Agustus hingga 6 September 2021. Secara keseluruhan, ada 25 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM Level 4 di Jawa dan Bali.

Walaupun tingkat positivity rate menurun dalam sepekan terakhir dan tingkat keterisian tempat tidur RS Covid-19 juga mengalami penurunan dalam sepekan terakhir ini serta masyarakat yang terkena Covid-19 terus mengalami penurunan.

“Namun pemerintah menegaskan kembali bahwa kebijakan PPKM akan terus berlaku selama covid-19 masih menjadi pandemi dan kebijakan ini juga mengacu pada Informasi WHO yang kemungkinan di tahun 2021 akan terjadi puncak pandemi varian Delta,” jelasnya.

Sebagai informasi, dalam PPKM sepekan terakhir ini pemerintah mulai melonggarkan pembatasan dibandingkan PPKM sepekan sebelumnya. Mulai dari perizinan persiapan teknis Asesmen Nasional, sekolah tatap muka di daerah PPKM Level 3, pembukaan tempat ibadah, hingga pusat perbelanjaan atau mal.

Sementara itu, dari luar negeri, dolar AS terus melemah terhadap mata uang lainnya setelah Gubernur The Fed Jerome Powell tidak memberikan garis waktu yang jelas untuk pengurangan aset dan kenaikan suku bunga selama simposium Jackson Hole minggu sebelumnya. Dia hanya menyarankan bahwa garis waktu pengurangan aset bisa dilakukan pada 2021.

Namun, Presiden Fed Loretta Mester mengatakan dirinya belum yakin bahwa pembacaan inflasi baru-baru ini akan cukup untuk memenuhi kondisi untuk memulai pengurangan aset, meskipun pemulihan ekonomi AS terus berlanjut dari Covid-19.

Saat ini, investor tengah menanti data ekonomi AS yang akan dirilis akhir pekan ini untuk mendapatkan petunjuk kapan Federal Reserve AS akan memulai pengurangan aset.

Laporan pekerjaan AS terbaru, termasuk penggajian non-pertanian, akan dirilis pada hari Jumat. Data yang dirilis pada hari Senin menunjukkan bahwa penjualan rumah yang tertunda turun 1,8 persen bulan ke bulan di bulan Juli.

Sumber Bisnis.com

You cannot copy content of this page