Skip to content

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 13 April 2022

  • by

Nilai tukar rupiah diperkirakan tetap cenderung stabil meski dihadapkan pada tantangan melonjaknya tingkat imbal hasil US Treasury.

Mata uang rupiah diprediksi masih cenderung stabil meskipun obligasi AS melonjak dan mendorong dolar AS.

“Pada Rabu (13/4/2022), mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, tetapi, ditutup melemah di rentang Rp14.350-Rp14.380 per dolar AS,” papar Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam publikasi risetnya.

Rupiah ditutup turun tipis 1 poin atau 0,01 persen ke level Rp14.366 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/4/2022). Rupiah ditutup melemah bersama mata uang Asia lainnya yakni yen Jepang yang melemah 0,21 persen, won Korea Selatan yang turun 0,22 persen, yuan China yang turun 0,02 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,06 persen.

Sementara itu, indeks dolar di pasar spot tercatat menguat 0,21 poin atau 0,21 persen ke level 100,14.

Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar menguat terhadap mata uang lainnya dengan naik kembali di atas level 100. Kenaikan dolar AS ini didukung oleh imbal hasil tinggi menjelang data inflasi yang akan dirilis hari ini, yang juga meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Charles Evans, presiden Fed Bank of Chicago yang telah lama menjadi salah satu pembuat kebijakan bank sentral AS yang lebih dovish, mengatakan percepatan kenaikan suku bunga untuk memerangi inflasi patut diperdebatkan.

Sementara itu, dari dalam negeri sentimen datang dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang mengatakan pandemi Covid-19 telah menyebabkan ancaman kesehatan masyarakat dan juga berpengaruh signifikan terhadap perekonomian di semua negara.

Oleh karena itu, menurutnya selain berfokus pada penanganan kesehatan dan perlindungan masyarakat, pemerintah harus melakukan upaya pemulihan ekonomi setelah mengalami guncangan akibat pandemi ini.

Respons pertama pada waktu pandemi ini dari sisi fiskal adalah menghapus batasan defisit maksimal tiga persen dari PDB, yang sudah diadopsi selama lebih dari 15 tahun. Namun, agar Indonesia juga menjaga disiplin di sisi fiskal, penghapusan batasan ini hanya diperbolehkan selama tiga tahun yang diatur melalui Undang-Undang.

Untuk respons kedua, adalah melakukan refocusing anggaran. Sri Mulyani menekankan pentingnya fleksibilitas anggaran dalam mengakomodasi kebutuhan belanja negara terhadap penanganan Covid-19 karena situasi pandemi ini masih penuh dengan ketidakpastian.

Kemudian respons pemerintah yang ketiga adalah penerapan burden sharing. Hal ini dilakukan antar kementerian/lembaga yang harus melakukan pemotongan anggaran yang tidak prioritas dan terkait langsung dengan penanganan pandemi Covid-19.

Sementara itu, ekonom memprediksi nilai tukar rupiah pada April 2022 diperkirakan tetap cenderung stabil meski dihadapkan pada tantangan melonjaknya tingkat imbal hasil US Treasury.

Tingkat imbal hasil US Treasury meningkat ke level 2,75 persen untuk pertama kalinya sejak Maret 2019. Hal ini terjadi seiring dengan sikap investor yang memperhitungkan sentimen laju inflasi dan rencana kenaikan suku bunga acuan The Fed.

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan dalam kisaran level Rp14.300 hingga Rp14.500 per dolar AS.

“Cenderung masih akan stabil. Walau memang terjadi outflow di pasar SBN tapi proporsi kepemilikan asingnya sudah sangat rendah. Jadi dampaknya tidak akan besar,” katanya kepada Bisnis, Selasa (12/4/2022).

Dia mengatakan, pada pasar saham pun aliran modal asing masih terpantau masuk, tercermin dari kinerja yang baik oleh saham-saham sektor energi.

Di samping itu, neraca perdagangan Indonesia juga diperkirakan masih akan mencatatkan surplus yang relatif tinggi.

Dengan demikian, neraca transaksi berjalan atau current account balance pada tahun ini menurutnya akan mencatatkan defisit yang lebih kecil dari perkiraan awal.

Sumber Bisnis.com

You cannot copy content of this page