Skip to content

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 14 April 2021

  • by

Nilai tukar rupiah kemungkinan akan berada di kisaran Rp14.590 – Rp14.630 per dolar AS hari ini.

Nilai tukar rupiah diprediksi akan kembali melemah terbatas pada perdagangan Rabu (14/4/2021).

Pada Selasa (13/4/2021) kemarin, rupiah ditutup terdepresiasi 0,07 persen menjadi Rp14.605 per dolar AS. Sejak awal tahun, mata uang garuda turun 3,95 persen.

Pelemahan mata uang juga terjadi di beberapa negara lain di kawasan Asia Pasifik. Rupee India jatuh paling dalam sebesar 0,46 persen, baht Thailand melemah 0,17 persen, dan yuan China turun 0,02 persen.

Pada saat bersamaan, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama dunia menguat 0,03 persen menjadi 92.170.

Di sisi lain, kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.648 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada Selasa (13/4/2021). Nilai itu turun 17 poin atau 0,11 persen dari posisi Senin (12/4/2021) Rp14.631 per dolar AS.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan, nilai tukar rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahannya hari ini.

“Nilai tukar rupiah kemungkinan akan berada di kisaran Rp14.590 – Rp14.630 per dolar AS hari ini,” kata Ibrahim dalam riset hariannya.

Ibrahim memaparkan, peningkatan harapan pemulihan ekonomi yang cepat setelah pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap imbal hasil Treasury AS membuat investor menjauh dari aset berisiko.

“Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun tetap sedikit lebih tinggi setelah lelang obligasi tenor 3 dan 10 tahun pada Selasa (13/4/2021) menarik permintaan yang layak. Selanjutnya obligasi tenor 30 tahun akan dilelang di kemudian hari,” jelas Ibrahim.

Sementara itu, data inflasi di Negeri Paman Sam diperkirakan naik pada Maret 2021 atau melanjutkan tren kenaikan bertahap dalam beberapa bulan terakhir. Pada saat bersamaan, pasar tenaga kerja di AS juga semakin kuat.

Para pelaku pasar akan mencermati pidato dari Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell pada Rabu (14/4/2021) waktu setempat. Pada saat yang sama, The Fed juga akan merilis Beige Book yang berisi panduan arah kebijakan bank sentral.

Sementara dari dalam negeri, Ibrahim menjelaskan, penurunan kasus positif Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir semakin menenangkan pasar.

Dengan berkurangnya jumlah pasien Covid-19 akan membuat masyarakat dan pengusaha lebih optimistis karena semua kegiatan baik industiri, pariwisata dan lain-lain akan kembali normal.

Sumber Bisnis.com

You cannot copy content of this page