Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 2 Februari 2022

  • by

Rupiah diprediksi bergerak fluktuatif dan kemungkinan menguat tipis pada rentang Rp13.900-Rp14.360 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Mata uang rupiah diperkirakan menguat terbatas terhadap dolar AS seiring dengan positifnya rilis data inflasi hari ini, Rabu (2/2/2022).

Rupiah terapresiasi 0,05 persen menjadi Rp14.368 per dolar AS pada Senin (31/1/2022) jelang libur Imlek. Sementara itu, yuan China naik 0,11 persen, baht Thailand naik 0,29 persen, dan yen Jepang turun 0,12 persen.

Sedangkan indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama dunia melemah 0,27 persen menjadi 97.010.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan pasar merespons positif prediksi pemerintah mengenai puncak kasus Covid-19 varian Omicron akan terjadi pada awal hingga pertengahan Februari 2022 menjadi kenyataan.

“Jumlah kasus virus Covid-19 varian Omicron di Indonesia mengalami peningkatan secara signifikan dalam sepekan terakhir. Peningkatan itu dianggap imbas dari libur tahun baru serta varian Omicron yang pertama kali terdeteksi 15 Desember 2021 di Indonesia,” tulis Ibrahim dalam riset harian, Senin (31/1/2022).

Adapun, pemerintah tengah mempersiapkan penambahan tempat tidur dan oksigen di seluruh rumah sakit Indonesia untuk menjaga tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun meminta agar warga yang dinyatakan terinfeksi Covid-19 dengan status tanpa gejala atau OTG tidak perlu mendatangi rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya untuk menjalani rawat inap.

Dari eksternal, pelaku pasar memperkirakan suku bunga AS akan naik 28,5 bps pada Maret 2022 dan sebesar 119,5 bps secara kumulatif pada akhir tahun. Imbal hasil Treasury AS pun turun ke sekitar 1,77 persen atau jauh di bawah level tertinggi dalam dua tahun terakhir sebesar 1,9 persen pada pekan lalu.

Adapun, pergerakan imbal hasil Obligasi AS bertenor 10 tahun bergerak sesuai dengan ekspektasi kenaikan suku bunga kendati posisinya masih berada di level tertinggi.

Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dan kemungkinan menguat tipis pada rentang Rp14.360 – Rp13.900 pada perdagangan berikutnya, Rabu (2/2/2022).

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memperkirakan inflasi pada Januari 2022 akan mencapai kisaran 0,55 hingga 0,6 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) atau 2,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Bhima mengatakan, meski inflasi pada Januari 2022 hanya 2 persen secara tahunan, namun capaian tersebut terbilang cukup tinggi jika dibandingkan dengan periode Januari 2021 yang hanya 1,58 persen yoy.

Sumber Bisnis.com