Skip to content

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 15 Juni 2021

  • by

Rupiah diprediksi berfluktuatif cenderung melemah pada perdagangan Selasa (15/6/2021) dan bergerak di kisaran Rp14.190 hingga Rp14.230 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah diprediksi kembali tertekan oleh penguatan dolar AS pada Selasa (15/6/2021). Investor akan memantau rilis data neraca perdagangan.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim memprediksi rupiah masih berfluktuatif cenderung melemah pada perdagangan Selasa (15/6/2021) dan bergerak di kisaran Rp14.190 hingga Rp14.230 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah parkir di level Rp14.202,5 per dolar AS, terkoreksi 0,1 persen atau 13,5 poin. Koreksi rupiah terjadi bersamaan dengan mata uang asia lainnya.

Adapun, pelemahan mata uang Asia dipimpin oleh won Korea Selatan yang turun 0,5 persen, disusul oleh peso Filipina yang melemah 0,4 persen, dan rupee India yang terkoreksi 0,25 persen.

Di sisi lain, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak cenderung menguat ke level 90,523.

“Penguatan dolar AS didorong oleh ekspektasi pasar terhadap inflasi AS yang diproyeksi mendorong The Fed untuk mengurangi jumlah stimulus, kembali mengetatkan kebijakan moneternya,” papar Ibrahim dalam publikasi risetnya, Senin (14/6/2021).

Mengutip survei Bloomberg, sekitar 40 persen analis memperkirakan The Fed akan mengambil langkah pertama menuju pengurangan pembelian obligasi bulanan pada pertemuan Agustus mendatang. Sementara itu, sekitar 24 persen analis memprediksi langkah itu baru akan direalisasi The Fed pada bulan berikutnya.

“Komentar berulang sempat dikatakan para anggota The Fed, bahwa kenaikan inflasi akan bersifat sementara. Hal itu telah membantu menenangkan kegelisahan pasar terhadap pengetatan kebijakan, tetapi pasar sekarang mengharapkan petunjuk baru dari Fed tentang waktu keluar dari kebijakan ultra-mudah itu,” ujar Ibrahim.

Selain itu, katalis negatif bagi nilai tukar rupiah adalah terus bertambahnya kasus positif Covid-19 pasca libur Idulfitri.

Padahal, Ibrahim menilai perekonomian Indonesia saat ini perlahan mulai pulih, bahkan optimisme para pemangku jabatan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal II/2021 akan naik signifikan yang mulai tercermin dari beberapa sektor utama yang mulai tumbuh positif meskipun belum cukup signifikan.

Adapun, neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2021 diperkirakan akan mencetak surplus yang lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Sumber Bisnis.com

You cannot copy content of this page