Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 22 Desember

  • by

Ruang penguatan rupiah masih ada walau terbatas hingga akhir tahun nanti.

Peluang penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam jangka pendek masih terbuka walau dalam rentang terbatas.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat ruang penguatan rupiah masih ada walau terbatas hingga akhir tahun nanti. Namun, volume perdagangan diperkirakan berkurang.

“Kalau dilihat volume perdagangan mulai menipis karena 2020 tinggal kurang lebih 2 minggu,” tutur Josua, Senin (21/12/2020).

Josua memperkirakan rupiah bakal menguat pada kisaran Rp14.100 – Rp14.175 per dolar AS dalam sepekan ini. Sementara untuk Selasa (21/12/2020), rupiah diperkirakan bergerak pada rentang Rp14.075 – Rp14.175 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg pada Senin (21/12/2020), mata uang rupiah ditutup koreksi 0,14 persen menjadi Rp14.130 per dolar AS. Sejak awal tahun, rupiah terdepresiasi 1,90 persen.

Josue mengatakan pelemahan rupiah tersebut lebih disebabkan oleh tekanan dolar AS. Adapun, greenback menguat hampir 0,4 persen terdorong oleh pelemahan poundsterling di Inggris.

“Ada wacana bahwa Inggris akan kembali memberlakukan lockdown karena ditemukan virus baru yang bisa mempengaruhi vaksinasi yang sudah berjalan di Inggris,” jelas Josua, Senin (21/12/2020).

Selain itu, poundsterling juga melemah mengikuti perkembangan Brexit yang belum selesai. Hal itu menambah kekuatan indeks dolar AS sehingga sejumlah mata uang di Asia parkir di zona merah kemarin.

Pelemahan rupiah yang relatif lebih terbatas disebut Josua mendapat topangan dari rilis data makroekonomi yang memuaskan baru-baru ini. Perbaikan indeks manufaktur hingga tingkat impor diharapkan memberi indikasi investasi akan masuk ke Indonesia di masa depan.

Selain itu, sentimen positif juga datang dari stimulus AS yang akan segera diumumkan. Apabila stimulus itu disepakati, dolar AS akan melemah karena banjir likuiditas dan mata uang emerging market bakal diburu.

Sumber Bisnis.com