Skip to content

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 31 Agustus 2021

  • by

Rupiah berpeluang melanjutkan penguatan terbatas seiring dengan dukungan sentimen global dan domestik.

Nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan penguatan di tengah pelemahan dolar AS dan pelonggaran pemberlakuan PPKM Jawa-Bali.

“Pada perdagangan Selasa (31/8/2021), rupiah akan dibuka  fluktuatif namun ditutup menguat pada rentang Rp14.350 – Rp14.400 per dolar AS,” papar Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam laporannya.

Kemarin, rupiah ditutup menguat pada perdagangan Senin (30/8/2021) seiring dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam mempercepat proses vaksinasi virus corona.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah menguat 47,5 poin atau 0,33 persen ke level Rp14.370 per dolar AS. Sedangkan, indeks dolar AS terpantau turun 0,01 persen pada posisi 92,680.

Ibrahim menyebutkan, penguatan mata uang Garuda pada hari ini salah satunya didukung oleh langkah percepatan vaksinasi di Indonesia.

Berdasarkan laman covid19.go.id terdapat sekitar 92,77 juta dosis vaksin Covid-19 yang disuntikkan kepada masyarakat Indonesia hingga Jumat (27/8/2021) lalu yang meliputi 59,42 juta dosis pertama dan 33,35 juta dosis kedua.

“Pemerintah akan terus menggenjot akselerasi dan percepatannya karena target dari program vaksinasi mencapai 220 juta orang dari total sekitar 270 juta penduduk Indonesia,” katanya.

Guna memenuhi vaksin tersebut, maka pemerintah mengalokasikan anggaran Rp47 triliun untuk mengimpor vaksin Covid-19 tahun ini dengan total kebutuhan anggaran untuk program vaksinasi 2021 sekitar Rp58 triliun.

Secara total masyarakat yang sudah di vaksin sebanyak  93 juta suntikkan vaksin tapi jumlah penduduk 270 juta dan target pemerintah adalah 220 juta. Itu berarti pemerintah  harus mengamankan 440 juta dosis vaksin.

Selain itu, demi mengurangi beban anggaran yang cukup besar untuk impor vaksin, maka pemerintah berencana mulai memproduksi vaksin pada tahun depan dengan membangun industri vaksin di dalam negeri dan hal ini menjadi rencana besar Presiden Joko Widodo dalam penanganan pandemi tahun depan.

Sementara, dari luar negeri, pasar mencerna komentar Gubernur The Fed Jerome Powell yang cenderung dovish, meski dirinya mengindikasikan pengurangan dukungan ekonomi besar-besaran bank sentral AS harus dimulai pada akhir tahun.

Dalam simposium di Jackson Hole, Wyoming, pada Jumat (28/8/2021), Powell tidak mengatakan kapan Fed akan mulai mengurangi dukungannya untuk ekonomi dan mengulangi sikap bahwa lonjakan inflasi saat ini bersifat sementara.

Powell memang menyarankan bahwa bank sentral dapat mulai mengurangi tingkat dukungan besar-besaran untuk ekonomi pada akhir tahun, sedikit lebih lambat dari yang diperkirakan banyak orang, tetapi tidak menyarankan terburu-buru untuk menaikkan suku bunga.

Powell juga mengatakan bahwa pasar tenaga kerja telah membaik dan bahwa, jika ekonomi AS terus pulih di sepanjang lintasannya saat ini, “mungkin tepat untuk mulai mengurangi laju pembelian aset tahun ini.”

Sumber Bisnis.com

You cannot copy content of this page