Skip to content

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 5 Januari 2021

  • by

Rupiah yang berhasil kembali menembus level Rp14.000 menjadi mata uang terkuat di Asia pada Senin (4/1/2021).

 JAKARTA – Mata uang rupiah berpotensi menguat terbatas pada Selasa (5/1/2021) setelah menguat signifikan pada perdagangan perdana 2021 dan menjadi jawara Asia.

Pada perdagangan perdana tahun ini, Senin (4/1/2021), nilai tukar rupiah ditutup menguat 155 poin atau 1,1 persen ke level Rp13.895 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terkoreksi 0,36 persen menjadi 89,612. Penguatan rupiah pun menjadi yang tertinggi di antara mata uang Asia lainnya.

“Untuk perdagangan hari ini diprediksi rupiah akan dibuka menguat menuju level Rp13.850 per dolar AS,” papar Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Dalam laporannya, Ibrahim mengatakan salah satu faktor penopang penguatan rupiah adalah rilis data inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi sebesar 1,68 persen sepanjang tahun lalu.

Sementara itu, secara bulanan tingkat harga inflasi 0,45 persen pada Desember 2020. Inflasi ini lebih besar dari 0,28 persen pada November 2020 dan 0,34 persen pada Desember 2019.

“Ini menandakan hal yang positif karena konsumsi masyarakat sudah kembali menggeliat,” katanya.

Selain itu, kabar distribusi vaksin virus corona yang telah menjangkau 34 provinsi juga ikut menopang pergerakan rupiah. Meski masih di fokuskan ke Instansi-instansi tertentu, hal ini menunjukkan upaya pemerintah untuk menanggulangi pandemi sudah cukup membawa pelaku pasar kembali masuk ke pasar finansial dalam negeri.

Sementara itu, keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memperpanjang PSBB Transisi hingga 17 Januari 2021 dinilai tertahan oleh respons pemerintah pusat yang cepat tanggap dalam distribusi vaksin virus corona.

“Masyarakat juga tidak panik dan sudah terbiasa dengan kondisi saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, dari luar negeri, ekspektasi suku bunga AS yang akan tetap rendah dan harapan pemulihan ekonomi global turut membantu kenaikan rupiah. Hal tersebut kemungkinan akan terus melemahkan nilai dolar AS terhadap mata uang utama lainnya.

Pelaku pasar juga tengah menanti hasil risalah pertemuan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) pada hari Rabu. Investor akan mencari detail lebih lanjut tentang diskusi tentang membuat panduan kebijakan ke depan mereka lebih eksplisit dan peluang peningkatan lebih lanjut dalam pembelian aset di tahun 2021.

Sumber Bisnis.com

You cannot copy content of this page