Skip to content

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 27 Desember 2021

  • by

Rupiah masih berpeluang menguat pada perdagangan hari ini ke kisaran Rp14.160 – Rp14.230 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah diperkirakan masih menguat pada awal pekan terakhir tahun 2021, Senin (27/12/2021).

Pekan lalu, Jumat (24/12/2021), rupiah ditutup naik 0,26 persen menjadi Rp14.197 per dolar AS. Namun, sejak awal tahun mata uang Garuda masih turun 1,03 persen.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim memperkirakan rupiah masih berpeluang menguat pada perdagangan hari ini ke kisaran Rp14.160 – Rp14.230 per dolar AS.

Ibrahim menjelaskan, rupiah pekan lalu menguat di tengah pelemahan dolar AS, disebabkan oleh investor memburu aset berisiko karena khawatiran virus varian Omicron Covid-19 kian memudar.

Adapun, investor menyambut baik persetujuan penggunaan darurat pill Covid-19 seperti Molnupiravir, Merck & Co . Inc. dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS.

“Di tempat lain di Asia Pasifik, pihak berwenang mengunci kota Xi’an di Cina barat, langkah terbesar sejak pandemi dimulai pada awal 2020, dalam upaya untuk mengekang wabah COVID-19 terbaru di China,” tulis Ibrahim dalam riset harian, dikutip Senin (27/12/2021).

Sementara dari internal, pemerintah terus melakukan pengawasan secara ketat terhadap masyarakat yang akan melakukan mudik jelang Natal dan Tahun Baru 2022.

“Walaupun dalam praktiknya di jalan-jalan terutama di jalan tol tidak ada penyekatan yang cukup signifikan. Ini menandakan bahwa Pemerintah percaya penyebaran Omicron tidak perlu dikhawatirkan,” tulis Ibrahim.

Pada kesempatan yang berbeda, Ibrahim menjelaskan rupiah akan mendekati level Rp14.100 per dolar AS di pengujung tahun ini.

“Karena fundamental ekonomi di Indonesia cukup bagus,” katanya dalam diskusi virtual, Jumat (24/12/2021).

Fundamental ekonomi di dalam negeri yang baik itu, menurut dia, bakal bertahan hingga tahun depan. Bahkan, ketika bank sentral AS atau The Fed berencana mengerek suku bunga acuan, perekonomian Indonesia diprediksi akan tetap kuat menahan gempuran-gempuran dari luar negeri.

Ibrahim menjelaskan kondisi perpolitikan di Indonesia cukup stabil saat ini membuat pemerintah percaya diri dengan sejumlah program kerjanya. Dengan begitu, kemungkinan besar anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN yang akan digelontorkan tahun depan bakal lebih besar.

“Dengan adanya kasus Covid Omicron ini walaupun dianggap tidak terlalu berbahaya dibandingkan dengan Delta paling tidak, pemerintah akan fokus ya terhadap kesehatan ya kemudian vaksinasi,” ujarnya.

Dengan kegiatan vaksinasi di Indonesia sudah cukup bagus, menurut dia, pertumbuhan ekonomi dengan sendirinya akan menguat. Oleh karena itu, Ibrahim memperkirakan kemungkinan besar nilai tukar rupiah bakal stabil.

Sumber Bisnis.com

You cannot copy content of this page