Rupiah Perkasa, tapi Malu-Malu Tembus ke Bawah Rp 14.400/US$

  • by

Rupiah perkasa melawan dolar Amerika Serikat (AS) hingga pertengahan perdagangan Senin (23/8/2021). Sejak bel perdagangan berbunyi, rupiah tidak pernah masuk ke zona merah, tetapi belum mampu menembus ke bawah Rp 14.000/US$. Sebabnya, pelaku pasar masih menanti keputusan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang akan berakhir hari ini.

Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan menguat 0,28% ke Rp 14.410/US$, sempat memangkas penguatan menjadi Rp 14.415/US$, rupiah kemudian menyentuh Rp 14.400/US$, secara persentase menguat 0,35%. Level tersebut menjadi yang terkuat pada perdagangan hari ini.

Setelah rupiah kembali ke Rp 14.410/US$ pada pukul 12:00 WIB.

Melihat pergerakannya di pasar non-deliverable forward (NDF) rupiah masih malu-malu menembus Rp 14.400/US$. Sebab, NDF tenor 1 tahun beberapa kali mampu di bawah level tersebut, termasuk beberapa saat sebelum pembukaan perdagangan pagi tadi, tetapi siang ini justru kembali di atasnya.

NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Sebelumnya pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

PPKM level 2 hingga 4 akan berakhir pada hari ini, dan pasti akan dilanjutkan. Sebab, pemerintah melalui Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya sudah mengatakan PPKM akan terus ada selam pandemi. Tetapi, tentunya ada bisa ada pelonggaran sebab kasus virus corona sudah terus menurun, dengan penambahan kasus per hari mulai mendekati 10.000 orang.

Puncak kasus virus corona terjadi pada 15 Juli lalu ketika penambahnya tercatat sebanyak 56.757 orang dalam sehari. Sementara kemarin, penambahan kasus baru sebanyak 12.408 orang, turun drastis dari puncak kasus pertengahan bulan lalu. Jumlah kasus baru tersebut juga merupakan yang terendah sejak sejak 16 Juni.

Sehingga ada kemungkinan akan ada pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berakhir pada hari ini akan diperpanjang dengan pelonggaran lebih lanjut.

Apalagi melihat kasus di DKI Jakarta yang sudah menurun drastis. Bahkan, berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19, tidak ada wilayah di DKI Jakarta yang kini dikategorikan zona merah.

Penantian akan keputusan PPKM tersebut menjadi salah satu penyebab rupiah masih malu-malu menembus Rp 14.400/US$.

Sumber CNBC Indonesia