Waduh Belum 5 Menit, Rupiah sudah Tembus Rp 14.500/US$ Lagi

  • by

Silang pendapat antara para pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan The Fed membuat dolar AS turun naik. Alhasil, rupiah menjadi sulit menguat dan kembali ke zona merah di awal perdagangan Jumat (16/7/2021).

Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan melemah 0,07% ke Rp 14.490/US$. Kurang dari 5 menit kemudian rupiah sudah berada di Rp 14.510/US$, melemah 0,21%.

Indeks dolar AS yang merosot 0,37% pada perdagangan Rabu berbalik menguat 0,23% kemarin, yang membebani rupiah pagi ini.

Penguatan tersebut terjadi setelah Presiden The Fed wilayah Chicago Charles Evans mengindikasi tapering bisa terjadi di tahun ini. Ia mengatakan perlu melihat perbaikan pasar tenaga lebih lanjut, untuk memulai tapering. Dan menurutnya perbaikan tersebut akan tercapai di tahun ini.

“Melihat beberapa bulan terakhir, pertumbuhan pasar tenaga kerja lebih lambat dari yang saya perkirakan. Saya akan bilang masih ada beberapa hal yang perlu dinilai untuk mencapai kemajuan substansial yang kita perlukan untuk merubah kebijakan moneter kami,” kata Evans, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (15/7/2021).

Pasar pun dibuat bingung mengenai kapan tapering atau pengurangan nilai pembelian aset (quantitative easing/QE) akan dilakukan. Saat ini, QE The Fed senilai US$ 120 miliar per bulan.

Sebelumnya, ketua The Fed Jerome Powell meredam spekulasi tapering akan dilakukan di tahun ini.

Powell berbicara dalam rangka Semi Annual Monetary Policy Report di hadapan House Financial Services Committee kemarin malam, dan mengatakan belum akan merubah kebijakan moneternya. Sementara itu inflasi tinggi di AS, yang kembali memunculkan spekulasi tapering di tahun ini, sekali lagi ditegaskan hanya bersifat sementara, dan ke depannya tekanan inflasi akan moderat.

Menurut Powell, tolak ukur The Fed yakni “kemajuan substansial” menuju pasar tenaga kerja penuh (full employment) dan stabilitas harga masih “jauh” dari kata tercapai.
Alhasil, indeks dolar AS menjadi merosot pada perdagangan Rabu lalu.


Sumber CNBC Indonesia